Mengapa Harus Lapor : Tips bagi WNI yang Berpergian ke Luar Negeri

“Kebijakan diplomasi akan pro kepada rakyat Indonesia. Salah satunya dengan menempatkan upaya perlindungan warga Indonesia di luar negeri sebagai prioritas.”

Retno L.P. Marsudi – Menteri Luar Negeri Republik Indonesia

Tim evakuasi WNI korban gempa di Nepal, Mei 2015. (Foto: Pangarso Dadung)
Tim evakuasi WNI korban gempa di Nepal, Mei 2015. (Foto: Pangarso Dadung)

Beberapa waktu yang lalu saya membaca sebuah postingan dari seorang penulis blog perjalanan papan atas Indonesia. Saya kategorikan sebagai papan atas karena beliau ini punya basis penggemar yang besar, ditambah lagi beliau sudah menelurkan beberapa judul buku yang menjadi best seller dunia penerbitan nasional.

Tulisan beliau kali ini cukup heboh di kalangan netizen. Saya perhatikan waktu itu kolom komentar lebih panjang (mungkin dua atau tiga kali lipat) dibanding tulisan sebenarnya. Saya pribadi, sih, tidak terlalu mempermasalahkan tulisan beliau. Tapi yang namanya anak muda, muncul juga dong rasa ingin tahu yang cukup besar, apalagi setelah tahu ternyata twitter beliau juga turut ramai karena postingan tersebut.

Jadi demi menunaikan tugas mulia sebagai anak muda kekinian, saya tengoklah akun twitter beliau.

Saya baca beberapa reply dan mention. Satu, dua, tiga, hmmm, oke, biasa-biasa aja tuh. Sampai mention yang kesekian membuat saya agak terkekeh.

Ada salah satu akun yang kurang lebih berkata kalau ke luar negeri itu harus sowan ke KBRI dengan komentar “Feodal banget ya.”

Lha kok feodal.

Jadi begini. Sekadar informasi. Bahwasanya memang tidak ada aturan yang secara eskplisit mengatakan kalau WNI yang berkunjung ke negara tertentu harus menyambangi KBRI, meskipun tentu hal ini sangat disarankan. Tapi yang namanya Lapor Diri ketika berada di luar negeri adalah wajib hukumnya bagi WNI. Catat: WAJIB.

Apa, sih, Lapor Diri itu?

Lapor Diri adalah sebuah sistem yang bertujuan untuk mengetahui keberadaan WNI di sebuah negara. WNI melaporkan data dirinya, antara lain nama, periode dan maksud kunjungan, serta alamat dan nomor telepon selama berada di negara tersebut. KBRI akan mendata laporan yang masuk. Ketika si WNI pindah negara, otomatis dia harus melakukan Lapor Diri lagi, termasuk jika WNI tersebut sudah kembali ke tanah air.

Proses ini seyogyanya dilakukan oleh semua WNI yang berpergian ke luar negeri, baik yang menetap maupun sekadar berlibur.

Bagi WNI yang akan menetap di negara bersangkutan selama minimal 1 tahun, WNI wajib melaporkan dirinya ke KBRI terdekat sekurang-kurangnya 30 hari setelah kedatangan. Ketentuan ini disebutkan dalam UU no. 23 tahun 2006 tentang administrasi kependudukan. Bagi WNI yang tinggal sementara memang tidak diatur secara khusus, namun disarankan agar melaporkan diri dalam waktu tidak lebih dari 5 hari setelah kedatangan.

Mengapa harus lapor?

Jika memiliki data WNI yang berkunjung ke negara akreditasi, KBRI akan dengan mudah melacak WNI bersangkutan. Setidaknya KBRI tahu siapa WNI yang berkunjung sekaligus cara menghubunginya. Jangan curiga dulu, KBRI tidak akan memanfaatkan maupun menyebarluaskan data WNI pada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Hal ini semata-mata untuk berjaga-jaga jika, misalnya, mendadak terjadi situasi darurat di negara tersebut, katakanlah bencana alam atau serangan teroris atau perang.

Saya pribadi, sih, berharap tidak ada hal-hal membahayakan apa pun yang mengancam keselamatan WNI di luar negeri. Namun jika ada suatu hal yang tidak diinginkan terjadi pada WNI, akan lebih mudah bagi KBRI untuk membantu WNI yang datanya sudah terdaftar dalam database KBRI.

Bayangkan jika KBRI tidak memiliki data WNI yang berkunjung ke negara akreditasi. Ketika terjadi bencana alam, gempa bumi di Nepal beberapa waktu yang lalu, misalnya, KBRI akan kesulitan memetakan jumlah dan identitas WNI yang berisiko terkena dampak bencana. Hal ini merupakan sebuah kerugian, baik di pihak KBRI maupun WNI.

Lapor Diri diperlukan agar tugas KBRI di luar negeri yang salah satunya adalah protecting alias perlindungan dapat dijalankan dengan lancar. Kerja sama WNI sangat dibutuhkan demi tercapainya tujuan ini.

Gini, deh, gampangnya. Bagaimana KBRI mau melindungi WNI di luar negeri kalau mereka nggak punya data WNI yang sedang berada di sana? Staf KBRI, kan, bukan cenayang yang bisa merasakan kedatangan WNI hanya dari aura atau embusan napas.

Proses evakuasi WNI di Tarim, Yaman. Karena menjadi diplomat bukan sekadar pergi sidang apalagi senang-senang. (Foto: Yusron Ambary, https://twitter.com/yusron_dc/media )
Proses evakuasi WNI di Tarim, Yaman, April 2015. Karena menjadi diplomat bukan sekadar pergi sidang apalagi senang-senang. (Foto: Yusron Ambary, https://twitter.com/yusron_dc/media )

Oleh karena itu, sekali lagi, saya mengetuk kesadaran dari bapak-bapak, ibu-ibu, saudara, dan saudari sekalian yang akan berpergian ke luar negeri untuk melakukan Lapor Diri segera setelah tiba di negara tujuan.

Bagaimana melakukan Lapor Diri?

Pada dasarnya Lapor Diri dapat dilakukan dengan mendatangi KBRI terdekat di negara bersangkutan. Prosesnya cepat, tidak memakan waktu lama, WNI hanya perlu membawa dokumen seperti paspor dan foto. Prosedur dan syarat Lapor Diri pada umumnya sudah terdapat di website masing-masing KBRI. Prosedur Lapor Diri bagi WNI yang berkunjung ke Inggris dan Irlandia, misalnya, dapat langsung dibaca pada laman ini.

Selain datang ke KBRI secara langsung, ada beberapa KBRI yang telah melayani proses Lapor Diri secara online, KBRI Tashkent (Uzbekistan), misalnya, yang dapat diakses pada tautan ini.

Jika KBRI di negara yang kamu kunjungi tidak menyertakan prosedur Lapor Diri ini pada website mereka (meskipun kecil kemungkinannya karena ini sudah menjadi semacam SOP), atau kemungkinan terburuknya KBRI setempat tidak memiliki website resmi, jangan sedih! Kamu tetap bisa melakukan Lapor Diri dengan cara menelepon nomor hotline KBRI bersangkutan. Daftar nomor telepon tersebut bisa kamu dapatkan di sini. Hal ini juga dapat dilakukan bagi WNI yang melakukan kunjungan super-singkat di negara tujuan.

Sebelum tiba di negara bersangkutan, ada baiknya juga untuk memberikan informasi pada KBRI setempat, in case ketika sudah tiba di negara tujuan kamu sama sekali tidak punya waktu untuk melakukan Lapor Diri. KBRI pasti akan memberikan apresiasi bagi WNI yang sadar diri melaporkan kedatangannya di negara tersebut.

By the way, semua proses ini GRATIS alias tidak dipungut biaya sama sekali.

Bagaimana? Gampang, kan?

Pelayanan Konsuler di Loket KJRI Osaka. (Foto: KJRI Osaka, http://www.kemlu.go.id/osaka/Pages/Embassies.aspx?IDP=18&l=id )
Pelayanan Konsuler di Loket KJRI Osaka. (http://www.kemlu.go.id/osaka/Pages/Embassies.aspx?IDP=18&l=id)

Proses Lapor Diri ini tidak akan melukai kamu maupun menyita banyak waktu liburanmu. Semua dapat dilakukan semudah mengangkat telepon seluler kamu dan menghubungi staf KBRI di negara destinasi kunjunganmu.

Berikut ini beberapa tautan website KBRI yang memuat informasi tentang Lapor Diri:

KJRI Vancouver (Kanada), KJRI Perth (Australia), KBRI Paris (Prancis), KBRI Tashkent (Uzbekistan), KBRI London (Inggris), KBRI Ottawa (Kanada), KBRI Washington DC (AS), KBRI Tokyo (Jepang), KBRI Beijing (RRT), KBRI Brussels (Belgia)Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kemlu RI

Seandainya kamu sudah mencari informasi tentang KBRI di negara tujuan namun tidak menemukan informasi apa pun, mangga, silakan menghubungi Kementerian Luar Negeri melalui cara-cara berikut ini. Para staf di sana akan membantu kamu semaksimal mungkin dengan segenap hati.

Feodal, sih, enggak, tapi staf-staf di KBRI juga manusia yang kadang terserang home sick luar biasa sehingga jika ada WNI yang berkunjung ke KBRI pasti akan disambut dengan riang gembira (ya, asal menyambanginya bukan cuma ketika ada masalah aja, ya, hahaha).

Nah, kayaknya udah cukup panjang yah. Jarang-jarang loh saya nulis sesuatu yang sebegini seriusnya (iya tulisan kayak gini aja udah serius untuk ukuran saya).

Demikian sekilas info. Semoga dapat membantu teman-teman WNI semua yang berencana berpergian ke luar negeri. Tulisan ini tentu saja tidak sempurna, karena sempurna itu hanya milik Andra and the Backbone. Boleh dipercaya, boleh juga tidak, karena sesungguhnya hanya pada Tuhanlah manusia harus percaya.

Cheers,

RSA

Catatan: saya memakai sebutan KBRI karena masih banyak orang yang awam terhadap istilah Perwakilan RI. KBRI di sini maksudnya adalah Perwakilan RI di luar negeri yang terdekat di negara bersangkutan, bisa KBRI, KJRI, KRI, atau bahkan KDEI (Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia). Di beberapa wilayah tertentu di negara-negara tertentu ada juga Konsul Kehormatan yang operasionalnya tidak di bawah pemerintah RI secara langsung.

Advertisements

23 thoughts on “Mengapa Harus Lapor : Tips bagi WNI yang Berpergian ke Luar Negeri

  1. Wah mantep, terima kasih infonya. Dulu juga saya lapor diri pas sedang di luar. Cuma waktu itu masih manual saat mengisi (via dokumen Words) dan dikirim via surel (di salah satu negara Eropa). U

    • Terima kasih atas apresiasinya!
      Iya, sekarang pun banyak yg masih harus datang ke KBRI langsung, tapi sudah banyak KBRI yg membuka Lapor Diri Online. Semoga ke depannya semua bisa dilakukan online agar lebih efektif dan efisien untuk prosesnya. :)

  2. tulisannya bagus. tadinya saya pikir Lapor Diri itu harus ke KBRI yang untuk negara-negara tertentu lokasinya (kebetulan) jauh dari tempat saya menginap. Tapi kalau udah bisa lapor secara online atau via telepon saya kira bagus banget. salut untuk Kemenlu.
    btw, sekedar nanya apakah tidak ada kerjasama antara Kemenlu dengan Kemenhukham (Dirjen Imigrasi)? Mengingat mereka pasti punya data keluar-masuk orang ke atau dari negara lain, walaupun mungkin tidak akurat 100% tapi lebih bisa diandalkan ketimbang tidak ada data sekali karena mengandalkan Lapor Diri yang dilakukan sukarela.

    • Terima kasih, urwa! Kerja sama dgn ditjen imigrasi tentu sudah dilakukan dgn adanya atase imigrasi (atau staf teknis imigrasi) di perwakilan2 besar, di negara2 dgn jumlah WNI yg banyak (Malaysia, Arab Saudi, dsb), yg ditugaskan untuk membantu KBRI. Dan benar memang datanya tidak 100% akurat, namun cukup membantu KBRI mendapatkan gambaran jumlah WNI di negara bersangkutan. Nah, dengan Lapor Diri, KBRI bisa lebih mudah menghubungi WNI di negara tersebut dan sebaliknya. :)

    • Halo, Mbak Maya. Di Jerman ada beberapa perwakilan RI (KBRI dan KJRI). Mbak tinggal di kota apa? Saran saya, Mbak bisa hubungi perwakilan yg dekat dgn kota tempat tinggal Mbak Maya. Itung2 silaturahmi dgn sesama WNI di negara orang, Mbak. :)

  3. Nice info! Berarti hanya dengan visa aja nggak cukup ya? Tapi bagaimanapunjuga setuju banget dengan artikel ini. Pengalaman saya pertama kali ke luar negeri ndilalah langsung dapat masalah. Akhirnya laporan KBRI nya baru setelah dapat masalah. Itu juga udah untung ada teman-teman saya yang berbaik hati mencari perlindungan ke KBRI karena keterbatasan komunikasi saya. Udah deh nurut aja sama artikel ini, biarpun cuma seminggu lebih baik lapor ke KBRI terkait.

  4. Terima kasih atas tulisan yang sangat informatif ini. Kami di KJRI Vancouver sangat mengapresiasi tulisan yang sangat bermanfaat ini. Terima kasih juga telah menautkan link website kami. Lapor Diri hendaknya agar diikutsertakan dalam to-do list setiap bepergian ke luar negeri. (KJRI Vancouver).

  5. Dulu kalo gak salah tahun 90 an setiap yg keluar negeri harus isi form KBRI : tinggal dimana, berapa lama Dll. Jadi traveler lebih dimudahkan. Atau lapor via online juga bagus. Lapor via website kemenlu di jakarta…dan bisa link ke KBRI negara tujuan.

  6. Terima kasih, Mbak Ambarizky, untuk informasi dan klarifikasinya. Semoga yang di sebelah dan yang sempat berkata “feodal” membaca artikel ini. Eniwei blognya keren Mbak. Salam hangat dari Singapura. Salam blogger. :)

  7. Wah, saya selama ini nggak pernah lapor. Sebenarnya akan lebih memudahkan lagi kalau lapornya cukup online di satu web yang sama, sehingga ke manapun tujuan kita tidak perlu ribet mencari web kbri tujuan.

    • Kabarnya memang nanti arahnya ke sana, sedang dalam proses, jadi WNI yang berpergian ke luar negeri hanya perlu membuka website Kemlu untuk melakukan lapor diri. :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s