Ask, and It Will Be Given To You

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu”
(Matius 7:7)

Ehem, postingan kali ini mungkin akan terasa sedikit (sumpah cuman sedikit tok) religius. Tapi, semoga enggak, ah. :P

Jadi ini berawal dari berminggu lalu. Waktu itu saya terlibat percakapan yang tadinya-sih-enggak-serius-tapi-akhirnya-malah-bikin-kepikiran dengan seorang mas-mas berinisial AP.

Awalnya dia bilang (baca: ngeluh) kalau lagi sepi orderan, belum ada orang yang beli desainnya, begini, begitu. Waktu itu saya tanggapi dengan santai. Saya cuma bilang, “Kamu kurang berdoa, sih.”

Ternyata kemudian dia mengiyakan. Katanya dia kalau berdoa sering ketiduran, jadi, ya, sudahlah.

Waktu itu saya juga bilang, “Kalau yang minta aja males minta, yang dimintai bingung juga, dong, mau ngasih apa.” Kami berdua sama-sama mengamini kata-kata saya waktu itu. Kemudian kami bermain dengan karet gelang seperti yang sering dilakukan ketika masih berseragam putih-merah dulu sambil menghabiskan seporsi terang bulan.

Kesadaran akan maksud kalimat yang saya ucapkan sendiri waktu itu baru datang beberapa waktu setelahnya. Kalau dipikir-pikir, bener juga, ya. Kalau kita enggak minta, gimana Sang Pemberi tau apa yang sebenarnya kita inginkan?

Yeah, okelah, Sang Pemberi itu memang mahatau segalanya. Ibaratnya, tanpa diminta pun Dia sudah pasti tau kebutuhan kita dan mencukupkannya. Tapi, yakin, sudah cukup segitu aja?

Beberapa waktu yang lalu, di kantor maupun di gereja, saya beberapa kali mendapatkan khotbah dengan tema yang serupa. Isi khotbahnya macam-macam, tapi intinya sama: meminta. Meminta pada siapa? Ya, meminta pada Dia yang mahamemberi, dong, masak minta sama tetangga sebelah.

Disebutkan bahwa kita tidak boleh ragu untuk meminta sesuatu pada-Nya. Minta apa saja. Pasti Dia yang mahamurah akan memberikannya untuk kita. Mintalah berkat sebanyak-banyaknya dari-Nya. Dia akan memberikan berkat sebanyak, bahkan lebih banyak dari yang kita minta. Bahkan ketika Dia tampaknya tidak mengabulkan permintaan kita, akan Dia kirimkan sesuatu yang jauh lebih baik dari yang kita minta.

Saya jadi (agak) tertohok. Sudah berapa banyak hal yang saya minta dan (tampaknya) tidak terkabul? Sepertinya banyak.

Setelah itu saya berpikir lagi, bertanya pada diri sendiri. Sudah tekunkah saya dalam meminta?

Kemudian saya sadar, saya belum cukup tekun meminta. Terlalu cepat menyerah. Meminta sekali, dua kali, lalu lupa.

Saya sendiri belum pernah lihat seberapa besar deposito berkat milik-Nya, sih, tapi saya percaya, Dia yang di atas sana sungguh punya stok berkat yang berlimpah untuk kita. Saking berlimpahnya bahkan dibagi-bagi untuk seluruh isi dunia ini pun berkat dari-Nya tidak akan ada habis-habisnya. Dia sangat kaya. Dan untuk mendapatkan secuil dari berkat-Nya itu, yang perlu kita lakukan hanya meminta.

Ya, meminta. Meminta dengan tekun dan kontinyu.

Setelah meminta, kita harus menunggu. Tapi bukan berarti dengan menunggu kita lantas berhenti meminta. Hanya saja di proses ini kita bisa lebih berserah pada kehendak-Nya. Nanti, kalau sudah tiba saatnya, berkat itu akan tiba, berlimpah-limpah, pada kita.

*skimming postingan ini mulai kalimat pertama sampai kalimat terbaru*

Wedeh, ini, sih, religius banget kalik, Ris! Yaudah, maap, deh. Sekali-sekali tok, kok, sumpah. :)))

Jadi, jangan ragu untuk meminta. Teruslah meminta dan tekunilah itu. Lalu percayalah, percayalah bahwa kamu akan mendapatkan yang terbaik. Tidak ada orang tua yang ketika anaknya minta roti maka akan diberinya ular, kan?

“Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s