Banyak Drama di Akhir Minggu

Jadi, di penghujung minggu ini saya menyimpulkan bahwa ini adalah salah satu akhir minggu paling dramatis yang pernah saya lalui (atau amati). Diawali dengan kemenangan Fatin di ajang pencarian bakat X Factor, lalu perayaan Waisak yang meninggalkan banyak cerita, dan ajang musik Locstock 2 yang kisruh berakhir dengan meninggalnya ketua panitia penyelenggara. Oke. Enough said.

Pertama, kemenangan Fatin. Yeah, we all know that this talent search show is full of drama (and made based on such a lame scenario). Mulai dari jagoan-jagoan dengan suara dan kemampuan gemilang yang sudah tersisih sejak awal kompetisi, lalu ketika si juara ini menangis di salah satu episode di mana dia tampil buruk karena lupa lirik, sampai kabar bahwa ternyata acara ini sebenarnya diboncengi oleh salah satu partai peserta Pemilu tahun depan. I only thanked God that I did not watch this show at all.

Lalu ada kabar dari Borobudur, tentang perayaan Waisak yang harusnya sakral berubah menjadi atraksi wisata, karena banyaknya wisatawan dan ‘fotografer’ yang tidak tahu sopan santun. Memang tidak semua berlaku seperti itu. Saya yakin masih banyak wisatawan dan fotografer sungguhan yang memang datang karena ingin turut merasakan dan mengabadikan momen sakral ini bersama umat Budha tanpa mengganggu kekusyukan ibadah mereka. Yah, tapi tetap saja yang kena semua orang, kan? Entah siapa yang salah, pihak pengurus candi atau wisatawan berakal pendek. Yang jelas, dari artikel-artikel yang sempat saya baca, sepertinya perayaan Waisak yang sekarang sudah melenceng dari tujuan sesungguhnya yaitu ibadah hari besar umat Budha yang sakral dan khidmat.

Terakhir, ajang festival musik Locstock 2 yang berujung ricuh karena acaranya, hemm, bubar. Banyak penampil yang ternyata batal manggung karena masalah administrasi, alias pembayaran, yang tidak jelas. Bahkan acara yang terjadwal dua hari, Sabtu-Minggu, dipotong menjadi sehari saja. Show hari Minggu dibatalkan. Setelah itu terdengar kabar bahwa ketua penyelenggara membawa kabur uang yang seharusnya digunakan untuk membayar para penampil. Entah bagaimana sebenarnya duduk perkara masalah ini, yang jelas kekisruhan acara ini memicu emosi para fans yang telah terlanjur berharap banyak pada acara ini. Caci maki tanpa ujung berakhir dengan kabar meninggalnya ketua penyelenggara karena bunuh diri.

Well, saya tidak ingin memberi komentar panjang lebar untuk hal-hal di atas. Banyak orang di luar sana yang lebih pintar dari saya yang sudah puas (atau belum) membicarakannya sepanjang akhir minggu ini. Ada yang saya amini, beberapa tidak. Yang jelas, at the end of the day, I realize that sometimes life is only a puzzle of some unfortunate, tragic, and dramatic events.

Hidup itu penuh drama. Yang tidak setuju boleh angkat tangan dan keluar ruangan. Selalu ada drama di sini dan di sana, di balik kemenangan Fatin, keramaian Waisak, kekisruhan Locstock, dalam hidup saya, hidup kamu, penuh dengan drama. Ada drama yang berakhir manis, ada yang berakhir asam, bahkan pahit. Ketika berakhir manis, jangan terlena, tapi ketika pahit pun, jangan pula putus asa. Dan ketika semua drama itu berakhir, janganlah kamu lupa untuk move on. Entah berakhir manis ataupun pahit, hidup harus tetap berjalan. Hidup memang penuh drama, kawan. Mari hadapi dengan senyum menawan.

Karena semua drama pada akhirnya akan ditutup dengan kalimat: Yah, yaudahsih ya. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s