Teknologi dan Anak Muda Masa Kini

Ceritanya ini terjadi tadi, ketika saya sedang memperhatikan sepasang anak muda yang sedang “kencan”, yah sebut saja begitu, hahaha, alias makan di sebuah food court salah satu mall di Jogja. Well, tidak ada yang aneh dari pasangan itu. Cewek dan cowok, pasangan yang normal dan biasa saja.

Awalnya sebenarnya saya masa bodoh dengan keberadaan pasangan ini, tapi berhubung mereka duduk di depan tidak jauh dari saya, otomatis mau tidak mau ketika saya memandang ke depan saya melihat mereka dong. Lalu apa yang aneh? Hmm. Sebenarnya ini bisa jadi biasa saja di jaman sekarang, namun tetap saja menurut saya hal ini agak menggelikan.

Jadi, pasangan ini duduk makan berdua, standar. Saya melihat si cewek berkutat serius dengan tabletnya. Untuk ukuran jaman sekarang, hal itu termasuk standar bukan? Beberapa saat kemudian saya tengok lagi, dia masih sibuk dengan tabletnya. Kali berikutnya, dan berikutnya lagi, tampaknya si cewek ini lebih peduli pada tablet di tangannya dibanding pasangannya yang duduk di sebelahnya. Oh, jangan tanya bagaimana ekspresi pasangannya. Kamu bisa bayangkan sendiri dong ya kalau seandainya kamu jalan berdua dengan pacarmu, tapi kemudian malah dicuekin dan dia sibuk dengan gadgetnya. Bete. No? :)))

Setelah beberapa lama tidak digubris, si cowok akhirnya menjawil ceweknya ini, sepertinya ia berkata pada si cewek untuk memakan makanan yang sudah dipesan. Dan tanggapan si cewek adalah, melirik makanan di meja, mengangguk sedikit, lalu kembali melanjutkan kesibukannya dengan tabletnya. Jangan tanya bagaimana mimik wajah cowoknya ya. :)))

Menggelikan bagaimana seseorang bisa begitu mengindahkan hal-hal yang terjadi di internet, yang tentu saja jauh dari tempatnya berada saat itu, dan mengacuhkan orang yang berada di dekatnya, yang bisa dirasakan keberadaannya, yang bisa diajak ngobrol secara langsung, bercanda bersama, bercengkrama lah istilahnya. Kita pernah dengar kalimat “teknologi mendekatkan yang jauh” pasti. Ironisnya, kecanggihan teknologi ini justru mengurangi intensitas kita untuk berhubungan secara langsung dengan orang-orang di sekitar kita. Hasilnya, ya seperti cerita di atas tadi contohnya. Kita jadi lebih peduli dengan hal-hal yang terjadi jauh di luar jangkauan kita daripada berhubungan dengan orang-orang terdekat kita.

Akui sajalah, kecanggihan teknologi sudah pasti berpengaruh pada intensitas interaksi kita dengan orang di sekitar kita. Jaman dahulu ketika alat komunikasi belum secanggih sekarang, orang akan bercakap-cakap satu sama lain ketika mereka menunggu bis atau kereta bersama, ketika mereka mengantri tiket, berdekatan di warung, dan berbagai kondisi lain dimana satu orang bertemu dengan orang-orang lain. Dari proses tersebut, terjadi interaksi antar manusia. Akibatnya, mereka menjadi lebih ramah dan terbuka. Sekarang, ketika kita menunggu bis di halte, atau makan di sebuah warung makan, sebagian besar dari kita akan sibuk dengan gadget atau alat komunikasi kita masing-masing. Memang tidak salah sih, toh hal itu tidak menjadikan kita seorang anti sosial karena masih berhubungan dengan orang lain, meskipun itu di dunia maya. Namun seninya tentu saja berbeda dengan mengobrol langsung atau bercengkrama dengan orang lain. Betul?

Anyway, tidak ada yang salah dengan teknologi, tentu saja. Ketika kita memanfaatkan teknologi dengan semestinya, ia akan menjadi sesuatu yang sangat berguna bagi kita. Misalnya, dengan kecanggihan teknologi kita bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di belahan dunia lain hanya dalam selang waktu beberapa detik saja. Kita bisa bertukar informasi dengan teman, relasi, dan kolega dengan cepat meskipun jarak di antara kita dan mereka sungguh jauhnya. Namun, sekali lagi, jarak yang dipangkas oleh kecanggihan teknologi ini juga berpotensi menimbulkan jarak lain. Jarak kecil yang lama-lama akan menjadi besar jika kita tidak memperhatikannya dengan serius.

Penting untuk lebih bijaksana dalam memanfaatkan teknologi yang kita miliki. Teknologi yang canggih itu sangat membantu kita kok, namun jangan sampai kekusyukkan kita dalam memanfaatkan teknologi ini menjadi boomerang bagi kehidupan sosial kita di dunia nyata.

Manfaatkan teknologi dengan bijaksana, sobat. Bukan cuma kamu, saya juga. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s