Bekerja dan Bermain

Beberapa hari yang lalu saya bilang ingin bercerita tentang pekerjaan saya yang baru. Nah, inilah dia.

Singkat kata, sudah hampir satu bulan saya bekerja. Senang sekali menyadari bahwa saya bukan lagi seorang pengangguran, meskipun sebenarnya saya bisa dikatakan tidak pernah menganggur, sih. Tapi berhubung pekerjaan saya sebelum ini lebih mirip seperti pekerjaan freelance (kerja di rumah dengan tempo sesukanya), maka pekerjaan baru saya ini jadi lebih terasa seperti a real job with a real deal.

Oke. Jadi sekarang saya menjadi seorang copy editor, atau bisa juga disebut korektor, suka-suka aja, di sebuah penerbit di kota Jogja. Yes, saya masih di Jogja. Sepertinya kota ini masih tidak rela melepas saya. *senyum lebar*

Pekerjaan ini adalah pekerjaan paling mudah di dunia. Mengapa saya bilang paling mudah? Karena memang pekerjaannya sangat mudah. Meskipun mungkin tidak semudah itu juga, sih. Sedikit berbeda dengan editor yang tugasnya mengedit naskah asli dari penulis buku, copy editor bertugas mengoreksi naskah sebelum naskah itu dicetak menjadi buku dan diterbitkan. Setelah naskah selesai diedit oleh editor, lalu di-setting oleh setter, naskah di-print dan diserahkan pada copy editor untuk dikoreksi kembali bilamana ada kesalahan pada naskah yang sudah dicetak tersebut. Naskah yang dikoreksi oleh si copy editor adalah miniatur dari buku yang akan diterbitkan, jadi hasil akhir dari buku yang diproduksi ada di tangan copy editor. Jadi ketika si copy editor meloloskan sebuah naskah alias calon buku, buku itu baru bisa dicetak untuk kemudian diterbitkan. Menarik bukan?

Tugas utama copy editor adalah meneliti kelengkapan naskah. Kelengkapan naskah yang dimaksud adalah judul (judul buku maupun judul bab dan sub judul), jumlah dan nomor halaman, cover buku, serta isi naskah secara garis besar. Pada dasarnya copy editor tidak bertugas mengoreksi isi naskah secara mendalam, karena itu merupakan tugas editor, namun tidak menutup kemungkinan jika ada hal yang dirasa kurang pas dalam naskah, naskah tersebut bisa dirundingkan kembali dengan editor maupun product development yang menangani naskah tersebut. Mudah bukan? Bukan. Oke sip.

Terlepas dari satu dan lain hal, ternyata saya cukup menikmati pekerjaan saya sekarang yang bisa dikatakan cukup menyenangkan. Saya bersyukur bahwa teman-teman yang satu ruangan dengan saya adalah orang-orang yang cukup asik untuk diajak berkomunikasi, bahkan termasuk kepala bidangnya.

Senang sekali saya telah diberi kesempatan untuk melakukan pekerjaan ini. Saya sih berharapnya bisa menyelesaikan kontrak kerja saya disini, tentunya jika tidak ada kesempatan lebih baik yang datang pada saya. Karena, toh, ini pekerjaan profesional (ceileh) saya yang pertama, jadi saya pasti berusaha sebaik mungkin. Apalagi dengan pekerjaan ini saya bisa berhubungan dengan buku setiap hari, seperti bermain saja bagi saya.

Itu pengalaman saya, bagaimana pengalaman kamu? :)

Cheers!

My Working Desk

My Working Desk

Advertisements

2 thoughts on “Bekerja dan Bermain

  1. I loved that job too….

    yeaa… di samping ada saat2 nge-bete-in n ngebosenin juga sih… tapi secara umum, aku juga menikmati kerjaanku sebagai korektor dulu.. Semangat, adek!!! :)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s