Tentang Ide

Ide. Terdengar sederhana tapi sebenarnya rumit. Tidak? Bagi beberapa orang, katakanlah penulis misalnya, ide merupakan hal yang menjadi kebutuhan primer. Sulit untuk menulis sesuatu jika tidak ada ide yang terbersit di kepala yang kecil dan berisi hal yang rumit ini. Namun apakah ide merupakan suatu patokan dan kunci utama dalam menulis?

Kemarin saya membaca sebuah kicauan di linimasa. Kicauan yang mungkin akan menohok orang-orang yang sebenarnya punya impian besar, menjadi penulis handal, namun malas, seperti saya. Kicauan dari seorang editor, yang mengutip isi sebuah buku tentang tulis-menulis. Disana tertulis bahwa, pada intinya, yang paling penting dalam menulis adalah KEMAUAN. Dikatakan bahwa tanpa ide pun seseorang bisa menulis. Namun, tanpa kemauan, sebuah ide yang sangat brilian sekalipun tidak akan pernah bisa mengemuka. Karena ide bukanlah suatu hal yang abadi. Jika ide itu dibiarkan terus di dalam kepala tanpa sempat dikeluarkan, ia akan tergerus dengan pemikiran-pemikiran baru yang terus muncul di kepala setiap saat.

Lalu bagaimana agar ide itu abadi? Caranya sederhana saja. Ia harus dikeluarkan. Mudah bukan? Masalah akan jadi apa ide itu setelah dikeluarkan itu sih urusan belakangan. Yang terpenting, ide itu tidak teronggok begitu saja di sudut kepala kita yang kecil ini. Bagaimana mengeluarkan ide itu? Kembali lagi ke kemauan. Jika si empunya ide tidak mau, alias malas, alias tidak niat mengeluarkan ide itu, ya ide itu tidak akan mengemuka.

Jangan lupa, tanpa ide pun, tulisan bisa dihasilkan, karya bisa dihasilkan, selama ada niat, selama ada kemauan. Tulis saja seadanya, apa saja yang muncul di kepala. Tidak harus sesuatu yang brilian, kecuali kalau memang ingin menulis untuk surat kabar atau kolom opini majalah atau artikel. Mengalir saja. Yang terpenting adalah membentuk kebiasaan dahulu. Kebiasaan untuk menulis. Memupuk kemauan untuk itu. Mudah bukan?

Waktu menuliskan ini saya merasa bahwa sebenarnya tulisan ini ditujukan sepenuhnya untuk diri sendiri. Diri sendiri yang malas menulis, malas bercerita, malas bermain kata, padahal punya impian membahana. Miris juga sih membaca bahwa tulisan di blog saya yang terakhir adalah 6 bulan yang lalu. Iya, saya sendiri juga kaget, kok. :)

Jadi, semoga kemauan untuk menulis itu tetap muncul. Dalam diri saya dan kamu. Mari menulis, menulis, dan menulis. Menulis apa pun boleh. Oh, tentu saja ide tetap dibutuhkan meskipun bukan merupakan hal yang sangat mendasar. Yang penting, ayo menulis! :)

Oh iya, sekarang saya sudah punya pekerjaan. *puji Tuhan sujud syukur*
I’m gonna write about this my new job next time. I hope I have enough “willingness” to write it. Well, I should, rite? :)

So good bye, and see you very soon!

:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s