are you an interview person?

menurut saya ada dua macam orang dalam tes wawancara kerja. orang pertama adalah orang yang bisa dengan mudahnya melewati sesi wawancara, dengan modal bicara tentu saja, dan tidak memiliki kesulitan dalam “menjual diri” mereka pada pewawancara, hal ini tentu saja tidak berhubungan dengan apakah mereka nantinya setelah diterima akan bekerja sesuai dengan perkataannya ketika wawancara atau sebaliknya. saya akan menyebutnya the interview person. orang yang kedua adalah orang yang bisa dibilang tidak terlalu “ramah” pada wawancara, suka grogi ketika berbicara, dan melupakan hal-hal yang sebenarnya telah dirancang sedemikian sempurnanya dalam kepala untuk dikatakan namun ketika momen wawancara itu tiba, “whusss“, semua hal itu mendadak hilang dari kepala. padahal sesungguhnya orang tersebut sangat mumpuni di bidangnya dan punya portfolio yang mengesankan. saya menyebut orang-orang ini sebagai the interview crasher.

saya, termasuk orang yang kedua.

setiap menghadapi interview saya selalu berpikir, “why don’t they just read the CV? it is all written in there, and you just have to ask me few things.” that’s it. i know i am not a good marketing person, even for promoting myself. ketika berbicara, banyak hal penting yang seharusnya saya sampaikan malah jadi tidak tersampaikan. and in the end of the interview, i just sighed and growled, “oh shit man.”

saya harus banyak belajar. untungnya ini adalah interview “serius” saya yang pertama, dan pada awalnya pun targetnya memang tidak muluk-muluk. anehnya semakin mendekati proses akhir seleksi saya malah berpikir that i really want this job. and then again i growled, “oh shit man.” i was remembered my last interview and i thought, “man, i am really an interview crasher.”

tapi dunia terus berputar, bintang masih bersinar, air tetap mengalir, and still shit might happens everyday in our life. jadi daripada terus merenungi apa yang telah berlalu, baiklah jika lebih banyak berdoa dan bersyukur, karena masih banyak kesempatan yang menanti di depan sana. kesempatan toh selalu ada, tinggal bagaimana manusia itu meresponnya. kalau lolos jalan terus, kalau gagal, ya move on dong. :)

dan tetap semangat, dan tetap tersenyum. :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s